Membuka Jalan di Metropolitan
Di sebuah hari di September 2016, saya menapaki babak baru kehidupan dalam mengejar cita-cita. Bukan tentang mengerjakan soal ujian, seleksi atau mengikuti perlombaan, tetapi tiba saatnya benar-benar mengaplikasikan apa yang sebelumnya sudah dipersiapkan secara teori, yaitu bekerja. Belum terbayangkan bagaimana hakikat bekerja sebenarnya, tetapi pada dasarnya "let's do it".
Ya, EY (Ernest and Young) sebuah flagship consultant firm yang berfokus di bidang auditing assurance menjadi tempat kerja pertama saya. Di sini lah pengembaraan hidup di kota metropolitan Jakarta dimulai. Buat saya yang sebelumnya tinggal di kota kecil. Ini sebuah langkah yang besar bagi hidup saya.
Di sini saya melihat ke atas, dimana gedung tinggi menjulang. Sepulang kantor yang tidak pernah sore menjadi romantis mengingat perjalanan yang cukup jauh ini. Jauh dari keluarga jauh dari siapapun. Namun, di sini lah mental tertempa dan harapan menjulang. Dari yang sebelumnya "let's do it" menjadi "let's plan it well". Lingkungan yang kompetitif mendorong jiwa yang "nggih mas" ini terpaksa harus mengatur ulang ritme. Banyak pengembaraan selanjutnya dimulai dari sini. Melihat bahwa untuk berkontribusi lebih dibutuhkan kemampuan teknis, komunikasi dan kepemimpinan. Pada dasarnya di bidang finance yang saya geluti ini kita hanya mengurus uang yang bukan milik kita. Tetapi uang merupakan sesuatu yang sentimental dan penuh emosional. Tidak dapat dijelaskan dengan mengawang tanpa leading action yang jelas. Uang membawa mood seseorang atau perusahaan. Dan semua orang berlomba-lomba dengan kompetitif untuk melengkapi senjata tersebut.
Comments
Post a Comment