Kesel Sama Dia
Hari yang cerah untuk jiwa yang damai. Salam sukses untuk pribadi-pribadi yang klumbrak-klumbruk. Moodnya liburan, tapi jiwa masih mesti "baik pak, noted". Karena ini sudah dipenghujung desember 2023. Beberapa hari lagi kita akan menyambut tahun baru. Sebagian orang merencanakan liburannya kemana. Namun, sebagian yang lain merencanakan hal yang lebih stratejik, besar, dan visioner, yaitu merencankan liburan yang lebih tertata, murah, dan berkesan.
Tetapi, bukan itu. Tentunya quotes dari saya sendiri, "Orang yang tergolong muda adalah orang yang berfokus untuk di masa yang akan datang". Oleh karena itu, momen akhir tahun ini seharusnya digunakan untuk berkaca, bermuhasabah, meski kadang-kadang lebih suka rebah. Mungkin banyak yang kita sudah lakukan di 2023. Yang masih belum memuaskan. Makanya momen ini kita gunakan untuk menangis, menyesal, dan meratapi.
Misalnya saya sendiri masih suka kesal dengan dia. Yang kita lagi fokus nyetir dia suka menganggu. Padahal niatnya membantu. Meskipun banyak orang mengira dia sudah mempertaruhkan nyawa. Saya setuju. Tetapi, mohon maaf saya tetap kesal. Dia adalah Pak Ogah, salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Semakin banyak tikurangan, putar balikan, dan persimpangan jalan yang ramai. Semakin sedikit pula angka pengangguran di Indonesia. Namun, jujur saya kalo lagi nyetir beneran lagi fokus. Lihat kanan kiri untuk memastikan keamanan. Belum kalo penumpang di sebelah kiri tidak ada proactiveness untuk membantu. Memang benar, tangan kita bisa menggapai sendiri. Tetapi sering kali tidak tepat sasaran. Pinginnya ambil 2k keambilnya 20k. Yasudah semoga 2024, semakin sejahtera, makmur, dan less rush karena Pak Ogah. Namanya juga Pak Ogah, klo lu ogah, yaudah.
Comments
Post a Comment